
Kota, Wartatasik.com – Malam akhir tahun 2018 bersama Komunitas Cermin menggelar Festival bertemakan Jeprutisasi yang mengusung konsep kegelisahan bertempat di Jl.KHZ. Mustofa.
Diramaikan oleh banyak penonton dari kalangan muda, dewasa, hingga tua. Komunitas itu mengajak masyarakat untuk menikmati berbagai kesenian malam akhir tahun.
Ditemui di lokasi acara, Ketua penyelenggara kang Asman atau akrab disapa kang Acong itu mengatakan konsep dari kegelisahan sendiri adalah bahwa tahun ini (2019) orang lain bilang tahun politik.
“Bagi kami ini adalah tahun acak adut dan semerawut dimana tahun ini banyak persoalan yang masuk ke masyarakat dan masyarakat sendiri tidak memahami tentang persoalan itu” ujarnya, Senin (31/12/2018).
Acara festival seni akhir tahun itu juga, lanjut Acong, merupakan acara syukur waktu para seniman yang dituangkan lewat ekpresi seni berupa teater, puisi, musik, lukis, dan instalasi seni kursi.
“Penyelenggara sendiri adalah komunitas cermin dan acara diisi oleh kelompok-kelompok kesenian seperti seni rupa, penyair, musisi, dan teater,” terangnya.
Dalam acara tersebut Kang Acong berharap, mudah-mudahan festival itu menjadi ruang silaturahmi sehingga ditahun 2019 itu masyarakat tidak dipecah belah kerekatannya.
“Dan juga pada 2019 yang merupakan tahun Pemilu ini masyarakat tidak diombang-ambing dengan persoalan yang sebetulnya tidak dipahami. Jadi fokus saja pada profesi masing-masing petani ya petani, guru ya guru, pedagang juga pedagang,” pungkasnya. Siska
Berikut dokumentasinya >>>


